Pemikiran

Hasil analisa atas suatu peristiwa biasanya menelurkan satu pahatan dalam diri kita. Pahatan-pahatan ini kemudian membentuk pribadi.
Pemikiran bisa berlaku universal, ataupun berlaku pribadi. Awalnya adalah pemikiran pribadi. Ketika pemikiran pribadi ini banyak didukung oleh orang lain, maka dia menjadi pemikiran universal. Dan ini yang dapat bertahan lama melebihi umur penggagasnya.
Pemikiran di blog ini masih berupa pemikiran pribadi. Bagi yang tidak setuju, maaf, dan mohon diberikan keluangan rasa. Bagi yang setuju, terima kasih. Semoga bisa menjadi pemikiran universal.
Bagaimana pun, pemikiran tetap pemikiran. Dia tidak banyak bermakna bila tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Dan lebih penting dari itu adalah konsistensi kita dalam menjalankannya. Pemikiran ini saya tuangkan dalam bentuk tulisan agar saya dapat membacanya lagi dan lagi, ‘set back’ untuk mendapat jiwa pemikiran ini pada saat saya menuliskannya, kemudian dapat secara konsisten memakainya.
Selamat membaca.

Melihat Ayam

Senang melihat ayam mencari makan. Membuka-buka tanah dengan kakinya, kemudian mematuk-matuk mencari yang bisa dimakan. Tidak ada di sini, jalan sedikit ke kiri, melakukan hal yang sama. Bergeser ke depan, melakukan hal itu lagi. Berhenti…

LGBT

Membaca tulisan bapak Ade Armando mengenai LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) dan bagaimana dia membelanya, saya mengelus dada. Padahal biasanya saya toleran terhadap pendapat-pendapat berbeda. Tapi ini sudah kelewatan. Bagaimana mungkin seorang pemikir bisa berpendapat…