Membuat NPWP

NPWP_JudulNomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ini ada dua jenis, NPWP Perorangan dan NPWP Badan Usaha.

Untuk membuat NPWP Badan Usaha terlebih dahulu penanggung jawab membuat NPWP Perorangan atau Pribadi. Untuk NPWP Pribadi kantor pajaknya disesuaikan dengan KTP pengurus. KTP saya Depok, maka saya pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Depok di jalan Pemuda No. 40 Depok telp (021) 7765604.


KPP Pratama Depok

Datang ke KPP Pratama, cari bagian informasi biasanya di paling depan seperti layaknya bagian penerima tamu. Minta formulir untuk NPWP Pribadi, isi lengkap. Untuk pekerjaan, isi saja karyawan. Untuk karyawan, persyaratan hanya fotocopy KTP. Kalau diisi sebagai pengusaha, syarat-syaratnya ribet lagi, harus pakai surat keterangan usaha dengan ijin RT, RW, dan Kelurahan. Jika anda pengusaha, anggap saja anda bekerja sebagai karyawan di perusahaan sendiri. Di samping itu jika diisi pengusaha, anda harus lapor pajak pribadi setiap bulan. Sedang untuk karyawan, cukup setahun sekali.

Proses cukup cepat. Setelah mendapatkan nomor antrian saya duduk manis di ruang tunggu ber-AC nan bersih. Setengah jam kemudian dipanggil. Setelah memberikan formulir isian dan FC KTP, tidak sampai 2 menit kartu NPWP sudah dicetak. Wow, sangat cepat. Dan tidak ada biaya sama sekali.

NPWP_Pribadi

Saya pulang dengan bangga. Saya sekarang adalah warga negara Indonesia yang sadar pajak.

Proses kedua adalah NPWP Badan Usaha. Untuk ini Kantor Pajak yang mengurus adalah yang sesuai dengan alamat perusahaan. Karena alamat usaha di Tangerang Selatan, saya ke KPP Pratama Tangsel di Jl. Raya Serpong Blok.405 No.4 Sektor VIII/BSD Tangerang, Telp. (021) 5373811.


KPP Pratama Serpong, Tangerang Selatan

Bawa semua persyaratan yang diperlukan, yaitu:
– FC Akte Pendirian Perusahaan
– FC KTP Penanggung jawab
– FC NPWP Direktur
– FC Surat Keterangan Domisili Usaha

Semua asli juga harus dibawa untuk verifikasi petugas. Datang ke KPP Pratama, Ambil nomor antrian di mesin yang mengeluarkan nomor. Pilih untuk “Pendaftaran NPWP”. Ambil formulir isian di meja depan di mana semua formulir tersedia. Kali ini minta formulir pendaftaran NPWP Badan Usaha. Sembari menunggu nomor anda dipanggil, isi formulir dengan lengkap.

Ketika nomor antrian dipanggil, datang ke loket yang ditentukan (misal “Nomor antrian 253 ke loket nomor 2″). Untuk pendaftaran NPWP di KPP Pratama Tangsel, loket yang melayani adalah nomor 1 dan 2 saja. Eh, mungkin sekarang sudah berubah ya, karena tidak ada yang abadi di dunia ini… Loh kok malah berfilsafat…

Saat itu, antrian untuk saya kurang lebih satu setengah jam. Dilayani petugas loket 2, tidak sampai lima menit kartu NPWP Perusahaan sudah jadi. Untuk NPWP Perusahaan, ada tambahan surat tambahan yang dicetak petugas, yaitu Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Saya tidak tahu apa kegunaannya, tapi saya simpan saja kalau-kalau …

Cepat, mudah, murah. Semoga demikian juga halnya nanti pengurusan pajaknya.

Sayangnya, setelah saya teliti ada kesalahan dalam penulisan alamat. Harusnya B11 ditulis E11. Mungkin karena fotocopy Akte Perusahaan yang kurang jelas. Saya memberitahu petugas, dan dia langsung membuat pembetulan. Untuk Kartu NPWP petugas bisa langsung mencetak lagi. Tapi untuk SKT ternyata tidak bisa saat itu. Biarpun data telah diubah ternyata harus menunggu perubahan itu terupdate di database pusat. Mungkin karena harus ada persetujuan atasan.

Alhasil keesokan harinya saya harus ke sana lagi untuk mengambil perubahan SKT. Tapi ini pun cepat. Saya menemui petugas (antri lagi pakai nomor ya) dan tidak sampai 1 menit SKT dengan alamat benar sudah dicetak petugas. Salut buat petugas pajak.

NPWP_Badan

SKT

Tapi, ada tetapinya juga.

Kartu NPWP perusahaan saya dapat tanggal 30 Agustus 2013. Ketika saya tanya apakah saya harus membuat laporan pajak untuk bulan Agustus, petugas mengatakan tidak perlu. Laporan pajak bisa dimulai bulan September saja.

Tapi ketika bulan Oktober saya ke sana, ternyata Agustus saya sudah harus lapor pajak. Karena Agustus itu 31 hari, jadi masih ada satu hari yang memungkinkan adanya pelaporan pajak. Tidak terima, saya ke AR (account representative) di lantai dua menanyakan hal tersebut. Jawabannya sama, Agustus harus lapor pajak. Owa… Jadi telat laporan SPT bulan Agustus. Dan kena denda Rp 100 ribu untuk PPh pasal 21 dan Rp 100 ribu untuk PPh pasal 25. Owa… Dua ratus ribu hilang percuma.

Pelajaran:

1. Teliti sebelum mengambil kartu NPWP atau surat lainnya.

Dalam kasus saya, mungkin kalau alamat salah bisa menjadi persoalan di kemudian hari. Untung saya teliti .. *tepukdada*

2. Untuk persoalan pajak, lebih baik langsung bertanya ke AR.

Tiap kelurahan punya minimal satu AR yang bisa ditanya-tanya. Meskipun kurang ramah (mungkin karena tugas kerja yang menumpuk dan kita tidak menjadi prioritas mereka) jangan takut untuk bertemu dan bertanya ke AR. Jangan terlalu percaya pada petugas pajak di loket-loket depan. Mereka kalau ‘mentok’ juga bertanya ke AR.

Dalam kasus saya, kehilangan dua ratus ribu karena tidak ke AR. *tepokjidat*

Siapa tahu bisa lebih parah nanti kasus-kasus ke depannya. Karenanya, konsultasi ke AR sangat dianjurkan.

Langkah lengkap mendirikan perusahaan ada di sini.

Tangerang, Oktober 2013

37 thoughts on “Membuat NPWP

  1. Aqsha
    June 8, 2015 at 09:55

    salam kenal pak bambang,

    saya ngurus NPWP badan usaha kq 1 minggu jadi yah?padahal di KPP yang sama, apa ada yang harus dilakukan supaya cepat jadi??

    trims

    1. admin
      June 25, 2015 at 08:41

      Tidak ada rumus khusus, pak. Pengurusan NPWP biasanya sangat cepat dan efisien.

      1. July 20, 2016 at 13:37

        tdi pagi saya sudah kekantor pajak untk mencetak ulang npwp saya masih aktif tdk data saya masih ada cumanya saya di kenakan dendan 100 ribu pertahun apakah benar tu pak

        1. admin
          July 25, 2016 at 09:25

          Bapak Sulaivick yth, semestinya tidak ada biaya pencetakan ulang kartu NPWP.

  2. Raka
    September 2, 2015 at 18:27

    Berniat baik untuk membuat NPWP jauh2 sya dri perbatasan tanggerang bogor (gunung sibdur) menuju ke samsat Cibinong. Sampai sana jam 12 siang info dari scurity parkiran antrian sudah di tutup tetapi untuk pngambilan formulir masih bisa.dan akhrnya saya puk mencoba untk mngambl formulir di dalam bertmu dengan petugas scurity dua sebut saja JN (JUNAIDI).
    Saya : siang pak sya mau buat NPWP
    JN : antrian sudah tutup mas …Karwan/ prusahaan ?
    Saya : karyawan pak. Yah masa nga ada pak 1 ajh udh jauh2 nih dri gunung sindur 2 jam perjalanan.
    JN : ya sudah ini di isi dlu formulirnya.
    Saya : ouh makasih yah pak.
    Stelah selsai saya mengisi. Scurrity itu mndekati sya. Dan berkata :
    JN : Mas karna antriannya sudh habis mas bayar 50rb mau tidak ?
    Saya : wah ko gtu ( di pikiran saya ini cma akal2an scurity itu saja agar dpt uang rupiah dri sya) nga dpt 20.000
    JN : nanti sya tnya tmn saya dlu….. kalo mau 25 dah karna sya sma tmn sya.
    Akhrnya saya kasih uangnya. Sambil memperhatikan ID CARD yg bernama JUNAIDI..
    Saya : sambik saya kasih uangnya 25rb sya bertnya kepada sudara JN . Bapk ini scurity yayasan ????
    seketika JN marah dan melempar uang 25rb beserta nomer antrian ke saya..(emosi karna sya tnya bpk scurity yayasan) memang niat sya mau melaporkan…
    Apakah SECURITY pantas Seperti ini ??
    Sya kerja di suatu perusahaan yg dmna prusahaan tmpat sya bekerja itu di ajarkan tatak ramah terhadap siapa pun dan tidak boleh menerima uang TIPS dri siapa pu / meminta imbalan trhadap cust/pelanggan ..
    pantas kah seorng scuritu yg bernama JUNAIDI ini di pekerjakan di sbuah SAMSAT CIBINONG dengan playanan seperti ini. Saya sungguh KECEWA BERAT terhadap pelayanan scuritynya. Yang tadinya saya berniat untuk menjadi orng wajib pajak (membuat NPWP ) sya enggan balik lagi. Apa lagi bertmu dengan scurity yg bernama JUNAIDI yang tidak punya pendidikan !!!!
    Sya bingung harus complain ke mana.
    Mhn bantuanya untuk info email cust service samsat cibinong. Trmakasih

    1. admin
      October 5, 2015 at 23:52

      Turut berduka cita untuk bapak Raka. Keterangan mengenai Whistle Blowing System Pajak ada di http://www.pajak.go.id/content/whistleblowing-system. Web site yang dipakai untuk melapor adalah https://www.wise.kemenkeu.go.id. Sayang ketika saya coba web site tersebut sedang down. Silakan dicoba ke sana, pak.

  3. dewi hartinah
    November 18, 2015 at 12:59

    maaf pak/bu saya mau curhat, kenapa si bikin npwp susah amat,,, saya asli cilacap posisi saya waktu itu masih dicikarang barat, cibitung dan saya lagi mencari pekerjaan disana berhubung perusahaan2 yg ada disana kebanyakan / hampir semua setiap merekrut karyawan syarat2 pendaftaranya harus punya NPWP yg blm punya ga boleh ikut tes nah jadinya saya bikin lewat online, saya udah ngisi semua formnya dan udah saya kirim kemudian saya ke kantor pajak yg ada di daerah cibitung kata pegawe pajaknya aku harus tlfon ke kantor pajak cilacap dulu minta no npwp baru disitu bisa bikin npwp.nya saya sudah tlfon tp mlh disuruh ngeFAX KTP dan SPD nah aku nyari2 fax2n disana susah ga nemu2 rasanya ribet bgt deh padahal saya udah mau dimasukin sodara ke perusahaan biar saya bisa kerja tapi gara2 saya ga ada npwp saya disuruh bikin npwp lagi jadi saya mutusin buat pulang kampung kemaren saya jauh2 dari cikarang pulang kecilacap ga mampir rumah langsung ke kantor pajak cilacap ko mlah ga boleh bikin npwp sama staffnya gara2 saya blm kerja padahal aku udah mau kerja tp staff.nya malah nyuruh aku minta surat pernyataan dari perusahan.. masa aku harus bolak balik padahal aku dikasih waktu 1 minggu :( gimana si ribet banget aku udah bolak balik barusan aku dari sana lagi dibilangin gitu lagi gimana saya mau bikin npwp dan gimana saya mau kerja klo ky gitu terus ..pegawe staff.nya ga mau ngertiin orang jelas2 syarat2 pendaftarannya buat masuk kerja harus ada npwp dll ehh mlh akunya disuruh munta surat pengantarnya dulu dri perusahaan orang aku aja blm ditrima gara2 blm punya npwp…. gimana mau minta keperusahaan,gimana nihh temen2ku perasaan pada bikin lancar2 aja ko aku ky gini susah amat sii… haduuuhh tolong bantuanya dong admin :(

    1. admin
      November 30, 2015 at 21:07

      Wah, begitu ya? Untuk saya proses cukup cepat. Hanya butuh fotocopy KTP, dan mengisi formulir. Tapi memang harus di kantor pajak setempat, yaitu sama dengan alamat KTP. Untuk kasus saya, hanya disuruh menyatakan bahwa saya seorang karyawan. Karena jika menyebut diri seorang pengusaha, proses lebih ribet, ada beberapa dokumen lagi harus disiapkan. Baca juga link di kemenkeu. Turut prihatin dengan kasus ibu Dewi Hartinah. Semoga bisa dilancarkan urusannya.

  4. January 7, 2016 at 07:15

    Pa , saya mau buat npwp ,
    Domisili skrg di tangerang , tapi ktp masih jateng .
    Itu cukup pakai surat keterangan dr RT nggak pa ?
    Terus saya baca persyaratan terbaru ada sk keterangan bekerja dr instansi /perusahaan .
    Bener nda itu pa ?
    Terimakasih

    1. admin
      January 11, 2016 at 21:07

      Agak ribet kalau mau membuat NPWP tapi KTP dari lain daerah. Karena kayaknya nomor NPWP itu lokal daerah, jadi mengeluarkan nomor itu otoritas masing-masing daerah. Coba baca komentar ibu Dewi Hartinah di atas.
      Setahu saya surat keterangan bekerja itu tidak dipersyaratkan. Link: Mendaftar NPWP

  5. ardi
    February 6, 2016 at 06:55

    Kalo di daerah tangsel yg di bsd sabtu buka gak ya.

    1. admin
      February 10, 2016 at 10:05

      Sabtu tutup, pak.

  6. Nino
    February 12, 2016 at 03:33

    Salam kenal pak bambang, Maaf keluar dr topik neh, klo sdh punya npwp pribadi dan npwp PT/badan usaha tp sejak berdirinya PT, tidak ada pemasukan dan PT tdk berjalan sama sekali krn masalah internal jd bubar, pernah lapor dg nihil slm 1-2 thn, sampe 2016 pun tdk berjalan dan tdk pernah melapor kan sama sekali SPT bulanan dan tahunan krn sdh tdk ada kegiatan lg, apa yg hrs sy lakukan sementara PT dan KTP dg alamat jakarta utara, sementara sy skg sdh pindah KTP ke Serpong.
    Pertanyaan nya :
    1, apakah PT tsb masih bs dipake? Sekalipun sdh pindah domisili semua anggota di PT tersebut.
    2. Berhubung tdk ada kegiatan sama sekali sejak pendirian badan usaha thn 2009 (klo tdk salah ) sampe detik ini, thn 2016, apakah ada sangsi?
    3. Langkah apa saja yg harus sy lakukan pak ?

    mohon maaf banyak pertanyaan dan sebelum Terima kasih atas pencerahan nya, salam

    1. admin
      February 16, 2016 at 18:00

      Pak Nino yth,
      1. PT masih bisa dipakai, tapi kalau mau dipakai lagi sebaiknya dibuat amandemen/perubahan akte karena nama dan alamat pengurus yang tertulis di akte tidak lagi valid.
      2. Sangsi tidak lapor pajak adalah (kalau tidak salah) PPN Rp 500 ribu dan PPh Rp 200.000. Kalau sudah 7 tahun ya dikalikan 7×12 bulan.
      3. Kalau menurut saya sih lebih baik ditutup saja PT nya. Mengenai penutupan PT bisa ditanyakan ke notaris. Kalau pun denda pajak belum dibayar, minimal tidak terus bertambah. Kemudian bikin PT baru untuk keperluan usaha anda.
      Mohon bila ada pembaca yang lebih tahu dari saya bisa menambahkan.

  7. February 16, 2016 at 16:40

    Setelah mengirimkan berkas dokumen, Anda dapat memeriksa status pendaftaran NPWP perusahaan Anda melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi

  8. Riya
    February 22, 2016 at 13:34

    Dear pak Bambang,
    saya bingung nih pak,bisa info contoh surat pernyataan tidak ada kegiatan untuk laporan SPT Tahunan perusahaan/Badan ?
    Terimakasih untuk bantuannya

    1. admin
      March 17, 2016 at 17:32

      Bapak Riya yth,
      Kalau saya pernah membuat surat pernyataan tidak ada kegiatan untuk NPWP pribadi. Tapi tetap harus melaporkan pajak dengan nilai nihil. Untuk perusahaan, mungkin sama, tapi memang tetap harus lapor pajak pada waktunya, walau nihil.
      Formatnya bebas, kira-kira ditulis bahwa selama tahun itu perusahaan tidak ada kegiatan sehingga laporan bernilai nihil.

  9. March 26, 2016 at 13:00

    Bisakah, seorang hrd dalam suatu perusahaan mendaftarkan karyawan-karyawannya yang belum memiliki npwp dengan sistem online ini? berapa maksimal karyawan yang bisa didaftarkan dalam satu akun? langkah-langkah pendaftarannya seperti apa bisa dijelaskan? Terimakasih

    1. admin
      March 26, 2016 at 22:51

      Ibu Julia yth, saya tidak pernah membuat NPWP online untuk karyawan. Maaf, tidak bisa membantu.
      Mohon penbaca yang punya pengalaman melakukannya bisa memberikan pencerahan.

  10. Setiasa
    April 7, 2016 at 11:56

    Saya Tinggal di Tangerang Selatan, untuk ngurus NPWP alamat Kantor Pajak dimana ya pak ?

  11. admin
    April 18, 2016 at 17:28

    Kantor Pajak Pratama untuk Tangsel ada dua. Satu di BSD seperti denah di atas. Yang kedua ada di STAN, Bintaro. Wajib pajak dibagi di kedua KPP tersebut, tergantung kecamatan anda.

    1. cristian natal
      May 22, 2016 at 23:06

      Pak kalau daerah Bintaro Tangsel bikin NPWPnya dimna

      1. admin
        May 23, 2016 at 10:13

        Pak Cristian Natal, silakan pergi ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) di Bintaro Sektor 5.

  12. Vina
    May 19, 2016 at 22:44

    Bikin npwp bisa diwakilin ga pak? Saya tinggal di ciputat, tp ktp solok, sumbar. Untuk saat ini tidak memungkinkan untuk pulang kampung untuk ngurus npwp. Tp saya butuh npwp segera. Solusinya gimana ya pak? Mksh

    1. admin
      May 20, 2016 at 00:10

      Untuk bu Vina: ini saya dapat dari http://www.pajak.go.id/content/mendaftarkan-diri-untuk-mendapatkan-npwp
      Mendapat NPWP bisa lewat web. Silakan dicoba.

      Secara Elektronik melalui eRegistration

      – Dilakukan secara elektronik dengan mengisi Formulir Pendaftaran Wajib Pajak pada Aplikasi e-Registration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak di http://www.pajak.go.id.
      – Permohonan pendaftaran yang telah disampaikan oleh Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration dianggap telah ditandatangani secara elektronik atau digital dan mempunyai kekuatan hukum.
      – Untuk panduan penggunaan Aplikasi e-Registration dapat dilihat pada halaman situs Aplikasi e-Registration pada tautan berikut: Help e-Registration.
      – Wajib Pajak yang telah menyampaikan Formulir Pendaftaran Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration harus mengirimkan dokumen yang disyaratkan di atas, ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak.
      – Pengiriman dokumen yang disyaratkan dapat dilakukan dengan cara mengunggah (upload) salinan digital (softcopy) dokumen melalui Aplikasi e-Registration atau mengirimkan dengan menggunakan Surat Pengiriman Dokumen yang telah ditandatangani.
      – Dokumen-dokumen tersebut paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sudah diterima oleh KPP.
      – Apabila dokumen yang disyaratkan belum diterima KPP dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah penyampaian permohonan pendaftaran secara elektronik, maka permohonan tersebut dianggap tidak diajukan. Jadi, pastikan dokumen yang disyaratkan telah diterima KPP sebelum jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja.
      – Apabila dokumen yang disyaratkan ini telah diterima secara lengkap, KPP menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik.
      – Terhadap permohonan pendaftaran NPWP yang telah diberikan Bukti Penerimaan Surat, KPP atau KP2KP akan menerbitkan Kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah Bukti Penerimaan Surat diterbitkan.
      – Kartu NPWP dan Surat Keterangan Terdaftar disampaikan kepada Wajib Pajak melalui pos tercatat.
      – Jadi, pastikan alamat yang Anda cantumkan pada Formulir Pendaftaran Wajib Pajak adalah benar dan lengkap.

  13. Detha
    May 20, 2016 at 18:38

    Pak mau bertanya, saya kan baru bikin npwp di cibitung sesuai dengan alamat domisili ktp saya, tapi ko yg tercetak di kartu npwp nya justru KPP Bekasi Selatan, apa itu harus laporan dan dilakukan perbaikan di cibitungnya?? terimakasih

    1. admin
      May 23, 2016 at 10:29

      Pak/ibu Detha, dari mana tahu bahwa itu kartu KPP Bekasi Selatan? Setahu saya di kartu NPWP tidak tercetak nama KPP-nya. Kalau iya, mungkin KPP Cibitung adalah pecahan dari KPP Bekasi Selatan. Kalau mau tahu lebih rinci, silakan datang lagi ke KPP Cibitung dan bertanya lebih detil. Maaf, tidak bisa membantu lebih banyak.

  14. cristian natal
    May 22, 2016 at 22:03

    Malam pak mau nnya kalau di Bintaro pembuatan NPWPnya di mana ya???

    1. admin
      May 23, 2016 at 10:14

      Pak Cristian Natal, silakan pergi ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) di Bintaro Sektor 5.

  15. Tio
    September 8, 2016 at 22:54

    Malam pak, saya baru saja dapat SKT atas WP Perorangan. Nah di situ saya kena di kategori pajak pph29, sedangkan saya sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta yang dimana setau saya di kenakan pph21. Apa ada solusi untuk hal ini pak?

    1. admin
      September 20, 2016 at 06:38

      Pak Tio yth,
      Setahu saya, PPh29 untuk pengusaha, sedang PPh21 untuk karyawan. Kalau bapak adalah amphibi alias hidup di dua dunia (karyawan suatu perusahaan sekaligus pengusaha secara pribadi), maka gaji dari perusahaan akan terkena PPh21, sedang penghasilan dari usaha akan terkena PPh29. Mohon dikonfirmasi lagi ke orang yang ahli pajak, ya pak.

  16. Melinda Maharani
    October 5, 2016 at 05:51

    Mf pak mau tanya,saya baru lulusan tahun ini saya udah membuat kartu npwp pribadi mulai dri bulan juli utk syarat mndftr diperusahaan.
    Tp saat sya dtang ke kantor pajak trnyata blangko sedang hbis,akhirnya saya diberi npwp dlm bentuk selembaran dg tulisan salinan.karyawan pajaknya dlu bilang klw udah jdi nnti dikirimkan kerumah sya.atau klw tidak nanti bisa dicetak dikantor pajak.terdekat tmpat saya kerja nnti.sampe sekarang msih blm ada kiriman kartu npwp krmah pak pdahal udh lma skli.yg saya tanyakan apakah benar bisa dilalukan pencetakan kartu npwp dikantor pajak dmana saja asal ada bukti selembaran npwp salinan dri kantor pajak dikota tempat kita membuat npwp trsbut?.mohon untuk dijawab pak.terimakasih

    1. admin
      October 20, 2016 at 23:45

      Mbak Melinda Maharani yth, saya tidak bisa menjawab. Tapi yang paling mudah silakan datang ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) terdekat dengan membawa surat bukti tersebut. Kalau tidak bisa dicetak di situ, mereka akan mengarahkan harus ke mana.

  17. Vina
    January 19, 2017 at 01:17

    Permisi min mau tanya,saya mau buat npwp namun saya belum bekerja,yg saya ingin tanyakan di formulir pendaftaran bagian sumber penghasilan saya isi apa?apakah saya pilih pegawai swasta atau pekerja pada pemberi kerja?lalu,apakah saya harus tetap membawa surat keterangan dari kelurahan?terimakasih mohon bantuannya segera min

    1. admin
      January 21, 2017 at 07:37

      Ibu Vina yth, saya saat itu menulis sebagai pegawai swasta. Sebenarnya apa bedanya pegawai swasta dengan pekerja pada pemberi kerja? Terus syaratnya hanya KTP saja.

  18. Bima nugraha
    February 6, 2017 at 16:15

    Comment:pak kalau mau bikin npwp tapi belum kerja bisa gak pak. Soalnya saya setiap ngikut tes di perusahaan saya gagal terus di pemberkasan gara-gara belum punya npwp.
    Terima kasih….

    1. admin
      February 13, 2017 at 15:25

      Mas Bima Nugraha, seperti saya tuliskan di atas, untuk “mengaku” sebagai karyawan, anda hanya perlu KTP saja. Tidak perlu bukti lain. Jadi kalau ingin dapat NPWP, anda bisa mengaku karyawan. Dalam hati katakan bahwa anda adalah karyawan orang tua anda karena masih mendapat uang dari orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *